INFO MATIM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena tegas membantah dugaan jual beli jabatan di lingkup Pemprov NTT yang isunya belakangan merebak di media sosial (medsos).
Dia menegaskan pelantikan 617 pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sudah sesuai mekanisme yang berlaku.
“Sudah ditegaskan tidak ada jual beli jabatan. Mekanisme pelantikan ini sudah sesuai,” tegas Melki, sapaan Melkiades, di sela penutupan retret ASN Pemprov NTT di Aula El Tari Kupang, Senin (13/10/2025).
“Peras orang bukan tipikal saya, walaupun miskin saya tidak pernah lakukan pemeran kepada siapa pun. Bagi saya haram kalau mau peras orang,” tambah Yosef.
Dia mempersilakan bila ada yang merasa dirugikan atau merasa pernah diperas silakan melapor ke polisi disertai bukti-bukti.
“Kalau memang benar ada seperti itu maka saya siap untuk undur diri dari ASN. Pada intinya saya tidak pernah peras ataupun meminta imbalan kepada siapapun,” urai Yosef
Kalaupun masih ada yang tidak puas, silahkan saja laporkan ke polisi selagi saya tidak melakukan mau sampai d imana pun saya minta dibuktikan,” tandasnya.
Sebelumnya, viral di medsos mengenai tudingan transaksi jabatan di balik pelantikan ratusan pejabat di lingkup Pemprov NTT. Di grup Facebook Forum Kota Kupang misalkan, dinarasikan Yosef Rasi punya kendali besar dalam menentukan kursi birokrasi.





















