INFO MATIM – Komando Distrik Militer (Kodim) 1612 Manggarai yang membawahi wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur kembali menggelar program andalan TNI yakni TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126.
Kegiatan sinergis antara TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat ini resmi dilaksanakan selama satu bulan terhitung mulai tanggal 8 Oktober hingga 6 November 2025 yang dipusatkan di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.
Dandim 1612 Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, S.H, M.M dalam Program Flores Bicara di TRIBUNFLORES.COM, Jumat, 17 Oktober 2026 pagi menyampaikan rasa syukurnya dapat bertugas di tanah Flores yang membuatnya kaya pengalaman.
Beliau menegaskan, TMMD merupakan program yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami bersyukur dapat melaksanakan program TMMD ini dengan melibatkan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah maupun masyarakat sehingga kita dapat saling bahu membahu bekerja sama untuk membangun Manggarai menjadi lebih baik,” ujar Dandim Silaban.
Ia mengungkapkan, fokus Pembangunan Fisik dan Antusiasme Masyarakat TMMD ke-126 di Kecamatan Cibal berfokus pada lima titik utama kegiatan fisik yakni Desa Beamase, pembangunan sistem irigasi, Desa Riung dan Desa Pigang, peningkatan sistem irigasi. Desa Barang, pembukaan jalan tani baru dan Desa Rado, peningkatan dan penguatan jalan tanah dengan perkerasan batu.
Ia menegaskan, masyarakat penerima manfaat menunjukkan antusiasme yang luar biasa bersama 150 personel TNI, Polri dan pemerintah daerah. Mereka bergotong royong dari pagi hingga sore hari. Keterlibatan masyarakat ini memastikan bahwa hasil TMMD seperti peningkatan irigasi dan kemudahan akses jalan tani, dapat dirasakan langsung yang akan berdampak pada peningkatan hasil pertanian dan meringankan beban petani dalam mengangkut hasil panen
Dandim Silaban mengakui lokasi TMMD di Kecamatan Cibal menawarkan tantangan tersendiri. Wilayah yang didominasi perbukitan dengan jalan tanah dan berbatu diperparah dengan kondisi alam Manggarai yang sering hujan menjadi hambatan dalam pendistribusian material seperti batu, pasir, dan semen.
“Lokasi di daerah Cibal itu luar biasa menantang. Kondisi alam dan cuaca ini menjadi tantangan tersendiri, namun kami akan berjuang agar kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan target dan waktu yang sudah ditentukan,” tegasnya.




















