INFO MATIM – Asnat Nenabu, seorang pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sobana Fotilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini berusia 56 tahun.
Di usianya yang semakin senja, Asnat masih menggantungkan harapan besar kepada pemerintah. Ia sangat ingin merasakan gaji dari negara, walau hanya sekali, setelah bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian nasib.
Harapan sempat menyapa Asnat. Namanya termasuk dalam daftar 1.689 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Namun, harapan itu kembali diuji. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten TTS belum juga mengusulkan rekrutmen PPPK paruh waktu, bahkan sampai melewati batas akhir pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) pada 27 September 2025.
Tanpa proses tersebut, Asnat dan rekan-rekannya tak bisa memperoleh Nomor Induk PPPK, yang menjadi syarat pencairan gaji.
Dalam kisah sedihnya, Asnat menceritakan betapa berat perjuangannya menjadi pendidik di pedalaman Timor Tengah Selatan. Selama ini, ia hanya mendapat Rp50.000 dari pengelola PAUD sebagai bentuk apresiasi. Jika dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) cair, barulah ia menerima uang sebesar Rp200.000. Jumlah yang sangat jauh dari layak, tapi tak pernah menyurutkan niatnya untuk terus mendidik anak-anak.
Air mata Asnat jatuh ketika ia bertemu langsung dengan Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, pada Rabu, 8 Oktober 2025, bersama para tenaga honorer lainnya.
Melansir MataTimor.com, ia menyampaikan harapan sederhana, ingin sekali merasakan gaji dari pemerintah, meskipun hanya sehari, sebelum batas usia pensiun sebagai ASN menjemputnya.
Sayangnya, hingga kini, belum ada kejelasan.
Pemda TTS disebut masih perlu berkoordinasi kembali dengan DPRD TTS untuk memastikan tindak lanjut dari hasil komunikasi sebelumnya dengan pemerintah pusat terkait nasib Asnat dan rekan-rekannya.
Waktu terus berjalan. Usia Asnat tak mungkin menunggu lebih lama. Namun, semangat pengabdiannya tetap menyala dengan harapan, bahwa negara suatu hari akan hadir, menghargai dan mengakui jasa para pendidik di pelosok negeri.





















