INFO MATIM – PT Indoraya Jaya Perkasa telah melakukan pekerjaan perbaikan bahu jalan di ruas Paka–Ntaur, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, yang mengalami amblas akibat longsor beberapa waktu lalu.
Kerusakan tersebut terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah setempat dan menyebabkan sebagian badan jalan tergerus air.
Vinsen Raga, perwakilan perusahaan PT Indoraya Jaya Perkasa mengatakan bahwa perbaikan tersebut dilakukan meski proyek tersebut telah dinyatakan Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan.

“Proyeknya sudah di FHO bulan September lalu, dan langkah yang kami ambil ini sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur”, katanya saat ditemui INFOMATIM.com, Selasa, (11/11/25).
Sebelumnya, kata dia longsor juga pernah terjadi di titik yang sama pada akhir Januari 2025 dan ditangani oleh PT Indoraya karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.
Informasi yang diperoleh Infomatim, perbaikan tersebut telah rampung.
“Perbaikannya sudah hampir rampung”, tegas dia.
Melansir Jajaknet.id, Wilibrodus Adeputra Lama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, menjelaskan bahwa berdasarkan perencanaan awal, tidak terdapat pekerjaan drainase di area itu karena wilayah tersebut termasuk dalam zona konservasi.
Menurutnya, setiap kegiatan konstruksi di area konservasi harus mematuhi ketentuan lingkungan yang berlaku, sehingga pembangunan drainase tidak dapat dilakukan di lokasi tersebut.

“Kalau mau ada pelebaran jalan atau pembangunan drainase di kawasan konservasi, harus ada izin. Kita belum ada PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan BKSDA”, kata dia.
Proyek peningkatan jalan Paka–Ntaur merupakan salah satu kegiatan strategis yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur pada tahun anggaran 2024. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp16,34 miliar itu dikerjakan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar arus transportasi masyarakat.
Ruas jalan Paka–Ntaur memiliki peran penting sebagai akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Rana Mese. Jalur ini setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas ekonomi, termasuk mengangkut hasil pertanian dan distribusi kebutuhan pokok antarwilayah.























