INFO MATIM – Sebuah video yang viral di media sosial menjadi sorotan publik. Dalam rekaman berdurasi sekitar 26 detik, terlihat seorang oknum anggota Polri dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memukul dan menendang dua siswa Bintara Polisi secara berulang kali.
Menurut akun Facebook yang mengunggah video, oknum polisi tersebut berinisial TTD, anggota Ba Ditsamapta di Polda NTT. Dalam video, TTD tampak berdiri bersama dua siswa Polri dalam sebuah ruangan. Keduanya sempat memohon agar tidak dipukul, tapi nyatanya permintaan itu diabaikan.
Merespons video viral yang beredar, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novica Chandra, mengatakan bahwa Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko memberi perhatian serius atas insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan tidak ada celah bagi tindakan yang mencederai citra institusi.
Dari pemeriksaan awal yang dilakukan Bidpropam, insiden kekerasan itu diduga dipicu oleh emosi sesaat terkait persoalan rokok dan laporan siswa kepada anggota Polda NTT.
“Kapolda menekankan bahwa pelanggaran etika, apalagi yang melibatkan kekerasan, tidak bisa ditoleransi,” jelas Henry.
Propam tidak hanya memeriksa Bripda TTD. Rekan pelaku, Bripda GP—yang merekam adegan tersebut hingga viral—juga ikut diperiksa untuk memastikan tidak ada unsur pembiaran maupun pelanggaran lain.
Sementara itu, dua siswa yang menjadi korban, KLK dan JSU, telah menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya, tidak ditemukan luka atau memar. Meski begitu, proses disiplin terhadap pelaku tetap berlanjut.
Propam telah menerbitkan Surat Perintah Penempatan Khusus (Patsus) untuk Bripda TTD sebagai langkah awal sambil menunggu pemeriksaan lanjutan terhadap para korban.
Henry menambahkan, kasus ini menjadi pengingat bahwa nilai Asah, Asih, dan Asuh dalam pembinaan personel harus terus dijunjung. Kekerasan, tegasnya, tidak boleh menjadi bagian dari kultur pendidikan kepolisian.
“Harapan kami, kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Setiap anggota harus dibina dengan prinsip profesional dan humanis,” tutupnya.























