INFO MATIM – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, tercatat ada 779 ODGJ di wilayah tersebut, dengan 52 di antaranya masih dalam keadaan terpasung.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, dalam sebuah pertemuan koordinasi multipihak yang digelar di Kantor Bupati pada Jumat, 22 Agustus 2025, mengungkapkan pada 2022 jumlah ODGJ tercatat 545 orang. Angka ini terus meningkat, menjadi 722 orang pada 2023 dan 756 orang pada tahun 2024.
“Ini setiap tahunnya mengalami peningkatan,” ujar Tarsisius Syukur dalam pertemuan yang melibatkan kepala desa, camat, pimpinan perangkat daerah, tenaga kesehatan jiwa dari sejumlah puskesmas, serta organisasi relawan yang fokus pada advokasi dan pelayanan bagi ODGJ.
Menurutnya, kesehatan jiwa merupakan isu global yang jika tidak ditangani dengan baik, akan terus berkembang setiap dekade. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini.
“Jangan membiarkan mereka sendirian, tetapi perlu kita memberikan perhatian agar dia merasa bahwa dia tidak seorang diri,” kata Tarsisius.
Ia berharap pertemuan koordinasi ini dapat mendorong kerja sama lebih intens antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani ODGJ.
Tarsisius menambahkan, Pemkab Manggarai Timur terus berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa, salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan jiwa di 29 puskesmas di kabupaten tersebut.
“Dengan harapan tenaga yang tersedia ini dapat bekerja secara efektif dalam melayani orang yang gangguan jiwa, termasuk komunitas-komunitas yang peduli orang yang gangguan jiwa,” ujarnya.


















