INFO MATIM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berencana membangun 21 gerai NTT Mart di berbagai kabupaten dan kota.
Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemasaran produk unggulan daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zed Sonny Libing, menjelaskan bahwa pembangunan NTT Mart bertujuan menjadi pusat promosi dan distribusi produk UMKM di seluruh wilayah NTT.
Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya sistem perdagangan yang lebih modern, transparan, dan berpihak pada pelaku usaha kecil.
Setiap gerai NTT Mart akan menampilkan produk khas dari setiap daerah seperti tenun ikat, kopi lokal, hasil olahan pertanian, serta berbagai kerajinan tangan.
Dengan begitu, produk-produk unggulan masyarakat tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.
Zed Sonny Libing menambahkan, keberadaan 21 gerai tersebut akan menjadi bagian dari implementasi program One Village One Product (OVOP).
Program ini diharapkan dapat memperkuat identitas ekonomi desa sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha masyarakat NTT.
Pemerintah provinsi juga menggandeng berbagai pihak seperti perbankan, BUMD, dan sektor swasta untuk mendukung pendanaan serta pendampingan bagi pelaku UMKM.
Sinergi ini diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok dan daya saing produk lokal.
Dengan kehadiran NTT Mart di 21 titik strategis, pemerintah optimistis akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan akses pasar dan kesempatan kerja baru.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal dan kemandirian daerah.























