INFO MATIM – Meski kini tak lagi menjabat sebagai Kapolres Manggarai Timur, nama AKBP Suryanto, masih melekat kuat di hati masyarakat. Bagi banyak warga, ia bukan hanya seorang aparat penegak hukum, tetapi juga sahabat, pelindung, dan penggerak harapan di tengah keterbatasan.
Jejak langkahnya selama bertugas di Manggarai Timur bukan sekadar catatan administratif dalam birokrasi kepolisian. Ia menanamkan sesuatu yang lebih dalam: rasa kepedulian dan kemanusiaan.
“Kalau bicara polisi yang benar-benar merakyat, Pak Suryanto itu contohnya. Bukan hanya hadir saat acara, tapi juga saat kami susah,” tutur Bapak Markus, warga Kecamatan Borong.
Membawa Wajah Humanis Kepolisian
Sejak pertama kali menjabat, AKBP Suryanto langsung menunjukkan pendekatan yang berbeda. Ia aktif turun ke desa-desa terpencil, bahkan yang belum tersentuh sinyal dan jalan beraspal. Dalam berbagai kesempatan, ia tidak hanya hadir sebagai Kapolres, tetapi sebagai warga biasa yang peduli.

Melalui program sosial seperti “Polisi Peduli Rakyat”, ia membagikan bantuan untuk warga terdampak bencana, membantu pengobatan warga miskin, hingga membangun komunikasi damai antarwarga yang berselisih. Ia percaya, ketenangan suatu wilayah tidak hanya dibangun lewat patroli, tetapi dari rasa saling percaya antara polisi dan masyarakat.
“Kami tidak merasa sedang diawasi, tapi dilindungi,” ucap Ibu Yohana, seorang guru di Desa Satar Padut.
Mengubah Cara Pandang Terhadap Polisi
Dalam budaya Manggarai Timur yang kental dengan nilai kekeluargaan, pendekatan AKBP Suryanto terasa sangat cocok. Ia kerap datang tanpa pengawalan berlebihan, duduk bersama warga di lumbung, minum kopi, dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat.
Ia juga rutin mengadakan dialog terbuka dengan tokoh adat, pemuda, dan tokoh agama, membangun relasi yang harmonis demi menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah.

“Beliau tidak menunggu laporan, tapi mencari tahu sendiri kondisi di lapangan. Itu yang membuat masyarakat percaya,” ujar Pastor Agustinus, tokoh agama di wilayah Poco Ranaka.
Warisan Kebaikan yang Tertinggal
Kini, meski tongkat komando telah berpindah ke tangan pejabat baru, jejak kebaikan AKBP Suryanto tetap terasa. Banyak warga masih menyimpan foto-foto kebersamaan dengannya, menyebutnya dalam doa, bahkan menjadikannya panutan bagi generasi muda.
Bagi para anggota polisi yang pernah bekerja bersamanya, AKBP Suryanto adalah pemimpin yang menginspirasi: tegas, disiplin, tapi tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.
“Ia mengajarkan kami bahwa polisi tidak cukup hanya bertugas. Polisi harus hadir dalam hidup masyarakat,” kata Bripka Heribertus Tena, anggota Polres yang dulu sering mendampingi kunjungan ke desa.
Sosok yang Dirindukan

AKBP Suryanto memang telah meninggalkan jabatannya sebagai Kapolres Manggarai Timur, tetapi ia tak pernah meninggalkan hati masyarakatnya.
Warisan kepedulian, pendekatan humanis, dan keteladanan yang ia tinggalkan menjadi pijakan bagi siapa pun yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
Di mata rakyat Manggarai Timur, AKBP Suryanto bukan hanya mantan Kapolres. Ia adalah sahabat rakyat, bapa pelindung, dan sosok pemimpin yang tulus melayani.






















